Sabtu, 26 Desember 2009

Perkembangbiakan generatif

tugas perkembangbiakan tanaman


BUNGA

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (division Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.

Bunga merupakan organ generatif tanaman, hal itu disebabkan, melalui bunga akan berlanjut regenerasi tanaman baru sehingga tanaman selalu eksis dari waktu ke waktu. Bungaterbagimenjadidua golongan yaitu bunga lengkap (hermaphrodite dan complete flower) dan bunga tidak lengkap (incomplete flower). Pengertian lengkap atau tidak lengkapnya bunga ditinjau dari adanya bunga jantan dan bunga betina dalam sekuntum bunga, atau juga dilihat berdasarkan berfungsi atau tidaknya masing-masing organ tersebut.

Dalammenyiasatipemberdayaanbunga perlu diketahui sifat-sifat morfologi bunga, yang diamati bentu dan ukuran serta letak bunga, warna, bau dan jumlah benag sari serta ada tidaknya madu. Disampin itu perlu diperhatikan apakah bunga hermafrodit, uniseksual, berumah satu atau berumah dua. Ciri morfologi tiap organ yang menyusun bunga pada umumnya telah beradaptasi terhadap penyerbuknya.

FUNGSI BUNGA

Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan. Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.


PEMBUNGAAN

Proses pembungaan mengandung sejumlah tahap penting, yang semuanya harus berhasil dilangsungkan untuk memperoleh hasil akhir yaitu biji. Proses pembungaan tanaman terutama pada tanaman tahunan adalah sangat kompleks. Secara fisiologis proses pembungaan ini masih sulit dimengerti, hal ini disebabkan kurangnya informasi yang tersedia. Dalam perkembangannya, proses pembungaan ini meliputi beberapa tahap dan semua tahap harus dilalui dengan baik agar dapat menghasilkan panen tinggi (Ashari,1998). Menurut Elisa (2004) tahapan dari pembungaan meliputi :

1.Induksi bunga (evokasi)

Adalah tahap pertama dari proses pembungaan, yaitu suatu tahap ketika meristem vegetatif diprogram untuk mulai berubah menjadi meristem reproduktif. Terjadi di dalam sel. Dapat dideteksi secara kimiawi dari peningkatan sintesis asam nukleat dan protein, yang dibutuhkan dalam pembelahan dan diferensiasi sel.

2. Inisiasi bunga

Adalah tahap ketika perubahan morfologis menjadi bentuk kuncup reproduktif mulai dapat terdeteksi secara makroskopis untuk pertama kalinya. Transisi dari tunas vegetatif menjadi kuncup reproduktif ini dapat dideteksi dari perubahan bentuk maupun ukuran kuncup, serta proses-proses selanjutnya yang mulai membentuk organ-organ reproduktif.
Menurut Ashari (1998) tanaman keras ternyata mempunyai periode inisiasi dan pembungaan yang sangat beragam. Pada umumnya periode antara inisiasi dan pembungaan berkaitan dengan sifat tumbuhnya yang juga dipengaruhi oleh iklim. Kebanyakan tanaman tropis dan subtropis mempunyai periode inisiasi bunga dan antesis yang sangat singkat.

3. Perkembangan kuncup bunga menuju anthesis (bunga mekar)

Ditandai dengan terjadinya diferensiasi bagian-bagian bunga. Pada tahap ini terjadi proses megasporogenesis dan mikrosporogenesis untuk penyempurnaan dan pematangan organ-organ reproduksi jantan dan betina.

4. Anthesis

Merupakan tahap ketika terjadi pemekaran bunga. Biasanya anthesis terjadi bersamaan dengan masaknya organ reproduksi jantan dan betina, walaupun dalam kenyataannya tidak selalu demikian. Ada kalanya organ reproduksi, baik jantan maupun betina, masak sebelum terjadi anthesis, atau bahkan jauh setelah terjadinya anthesis. Bunga-bunga bertipe dichogamy mencapai kemasakan organ reproduktif jantan dan betinanya dalam waktu yang tidak bersamaan.

5. Penyerbukan dan pembuahan

Tahap ini memberikan hasil terbentuknya buah muda. Detil dari proses penyerbukan dan pembuahan akan dijelaskan pada bab tersendiri.

6. Perkembangan buah muda menuju kemasakan buah dan biji

Tahap ini diawali dengan pembesaran bakal buah (ovarium), yang diikuti oleh perkembangan cadangan makanan (endosperm), dan selanjutnya terjadi perkembangan embryo.
Pembesaran buah merupakan efek dari pembelahan dan pembesaran sel, yang meliputi tiga tahap:

· Tahap pertama :

Terjadi peningkatan penebalan pada pericarp oleh adanya pembelahan sel.

· Tahap kedua :

Terjadi pembentukan dan pembesaran vesikel berair (juice vesicle); biasanya terjadi pada buah-buah fleshy

· Tahap ketiga :

Tahap pematangan, biasanya terjadi pengkerutan jaringan dan pengerasan endocarp pada buah-buahan.



PENYERBUKAN

Penyerbukan atau polinasi adalah transfer serbuk sari/polen ke kepala putik (stigma). Kejadian ini merupakan tahap awal dari proses reproduksi (Ashari,1998).
Menurut Elisa (2004) penyerbukan merupakan :

- pengangkutan serbuk sari (pollen) dari kepala sari (anthera) ke putik (pistillum)

- peristiwa jatuhnya serbuk sari (pollen) di atas kepala putik (stigma).

Bunga merupakan alat reproduksi yang kelak menghasilkan buah dan biji. Di dalam biji ini terdapat calon tumbuhannya (lembaga). Terjadi buah dan biji serta calon tumbuhan baru tersebut karena adanya penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan merupakan jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (untuk golongan tumbuhan berbiji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (untuk tumbuhan berbiji telanjang) (Sutarno dkk,1997). Menurut Ashari (1998) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses polinasi berjalan lancar dengan hasil optimal, antara lain :

1.Sistem penyilangan (breeding system) dan variasi jenis kelamin yang menentukan perlunya penyerbukan silang.

2.Saat penyebaran serbuk sari, reseptimatis stigma induk bunga, seluruh tanaman/ pohon yang dikaitkan dengan aktivitas harian serta musiman vektor penyebuk.

3.Vektor yang berperan dalam penyerbukan.

4.Pengaruh cuaca terhadap sinkronisasi pembungaan, penyebaran serbuk sari, serta aktivitas vektor.



MACAM PENYERBUKAN DI ALAM

Menurut Elisa (2004) penyerbukan dapat dibedakan menjadi :

1.Penyerbukan tertutup (kleistogami)

Terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama. Dapat disebabkan oleh :

· Putik dan serbuk sari masak sebelum terjadinya anthesis (bunga mekar)

· Konstruksi bunga menghalangi terjadinya penyerbukan silang (dari luar), misalnya pada bunga dengan kelopak besar dan menutup. Contoh : familia Papilionaceae

2.Penyerbukan terbuka (kasmogami)

Terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda. Hal ini dapat terjadi jika putik dan serbuk sari masak setelah terjadinya anthesis (bunga mekar)

Beberapa tipe penyerbukan terbuka yang mungkin terjadi :

a. Autogamie: putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama

b. Geitonogamie: putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda, dalam pohon yg sama

c. Allogamie (Silang): putik diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman lain yg sejenis

d.Xenogamie (asing): putik diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman lain yg tidak sejenis

Beberapa tipe bunga yang memungkinkan terjadinya penyerbukan terbuka :

a. Dikogami Putik dan benang sari masak dalam waktu yang tidak bersamaan.

•Protandri : benang sari lebih dahulu masak daripada putik

•Protogini : putik lebih dahulu masak daripada benang sari

b. Herkogami

Bunga yang berbentuk sedemikian rupa hingga penyerbukan sendiri tidak dapat terjadi. Misal Panili yang memiliki kepala putik yang tertutup selaput (rostellum).

c. Heterostili

Bunga memiliki tangkai putik (stylus) dan tangkai sari (filamentum) yg tidak sama panjangnya

• tangkai putik pendek (microstylus) dan tangkai sari panjang

•tangkai putik panjang (macrostylus) dan tangkai sari pendek

Tanaman yang mempunyai nilai strategis yang sangat penting, pada umumnya, tidak mempunyai masalah dalam penyerbukan, misalnya tanaman pangan (Padi,Jagung,Palawija dan kedelai). Pada umumnya tanaman tersebut bersifat self fertile, artinya menghasilkan tepung sari yang subur demikian juga putiknya. Jenis bunga tanaman pangan seperti padi, kedelai da kacang hijau adalah sempurna, yaitu dalam sekuntum bunga terdapat bunga jantan (stamen) dan bunga betina (pistil). Hal tersebut memungkinkan terjadinya penyerbukan sendiri (self pollination). Di sisi lain, sekelompok tanaman yang pada umumnya tanaman buah-buahan tahunan bersifat self infertile. Ketidaksuburan tepung sari maupun ketidaknormalan putik menyebabkan permasalahan dalam proses penyerbukan maupun pembuahannya (Ashari,2004). Pada proses penyerbukan, apabila bunga dalam suatu tanaman memiliki tepung sari yang tidak subur maka bunga tersebut memerlukan tepung sari lain yang subur. Ada juga tanaman yang mempunyai bunga sempurna,namun susunan morfologi bunga tidak memungkinkan terjadinya self pollination, misalnya terpisahnya bunga jantan dan bunga betina (salak dan kurma) atau halangan fisik lainnya Dengan demikian, jenis tanaman tersebut memerlukan polinator baik yang alami seperti angin, serangga, atau hewan mamalia maupun manusia untuk memindahkan tepung sari dari kepala sari ke kepala putiknya

Factor yang mempengaruhi pertumbuhan

1. Factor lingkungan, meliputi

1.

Air dan Mineral

berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.

2.

Kelembaban.

3.

Suhu

di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.

4.

Cahaya

mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.

2. Factor genetic, meliputi

1.faktor hereditas

2.faktor hormon

a.

Auksin
adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.

- membantu perkecambahan

- dominasi apikal

b.

Giberelin
Senyawa ini dihasilkan oleh jamur
Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa.

Fungsi giberelin :

- pemanjangan tumbuhan

- berperan dalam partenokarpi

c.

Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.

d.

Gas etilen

Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua

e.

Asam absiat

f.

Florigen

g.

Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :

- Rhizokalin

- Kaulokali

- Filokalin

- Antokalin

h.

Asam traumalin atau kambium luka

Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka

Anasir hara besi (Fe)

tugas kesehatan dan kesuburan tanah





a. Sumber besi

Besi merupakan unsur yang terkandung didalam kerak bumi yang terikat dalam batuan beku, batuan endapan, dan jabarannya.

b. Bentuk dan keberadaan besi dalam tanah

Besi yang berada dalam tanah berasal dari pelapukan Fe-silikat atau Fe-oksida yang menghasilkan kation-kation Fe3+ yang reaktif yang kemudian tereduksi oleh kandungan karbondioksida dalam larutan pelapukan sehingga menjadi kation Fe2+ yang dibutuhkan oleh tanaman.

c. Penyerapan besi

Besi diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe2+ yang mekanisme penyerapannya adalah melalui aliran massa serta intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Penyerapan Fe melalui aliran massa hanya mencapai 3-9% total Fe yang diangkut tanaman, sedangkan 91-97% diserap melalui mekanisme intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Intersepsi akar merupakan asimilasi hara yang ada dalam larutan pori tanah yang berisi akar tanaman. Mekanisme singgungan akar terjadi jika akar kahat Fe memasuki larutan hara yang mengandung oksida Fe sehingga menyebabkan Ph larutan hara turun. Penurunan Ph ini sangat menguntungkan untuk memobilisasi oksida Fe sampai memasuki antarmuka akar-besi.

d. Peranan besi dalam tanaman

Peranan besi (Fe) dalam metabolisme tanaman telah diamati sejak tahun 1844 oleh GRIS, yaitu peranannya dalam menjaga klorofil dalam tanaman.

Fungsi besi dalam tanaman juga tergabung dengan system enzim pernafasan tertentu, seperti: katalase, paroksidase, dan sitokrom a, sitokrom b, sitokrom c, feredoksin, ferikrome dan suksinik dehidrogenase. Kekahatan besi pada tanaman menyebabkan klorosi pada jaringan daun karena ketidak cukupan sintesis klorofil.

Anasir hara Mangan (Mn)

tugas kesehatan dan kesuburan tanah






a. Sumber Mangan

Pelican primer (batuan) terpenting sebagai sumber mangan adalah ferromagnesian-kaya besi, sedangkan pelican sekunder pemasok mangan antara lain : manganit, pirolusit, hausmanit, vrendenburgit, bixyite, braunit 3, jakobsit, holandit, todokorit, litioforit, dan birnesit.

b. Bentuk dan Keberadaan Mangan dalam tanah

Kelarutan Mn dalam tanah tergantung pada pH tanah dan keadaan oksidasi-reduksi tanah. Pemasaman tanah meningkatkan kelarutan mangan karena berkurangnya bahan organic yang menjerap mangan.

Peningkatan pengangkutan Mn disebabkan oleh kemampuan ferus sulfat untuk mereduksi oksida-oksida mangan bermartabat tinggi menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Status Mn tanah dipengaruhi oleh kelengasan tanah, temperature, pH dan bahan organic tanah.

c. Penyerapan Mangan

Pengambilan mangan oleh akar tanaman melalui dua tahapan, yaitu :

1. Proses aktif (berlangsung cepat) yang dikendalikan oleh factor-faktor yang tidak terkait langsung dengan metabolism.

2. Proses fisiologis (berlangsung lambat) yang dikendalikan oleh temperature, tata udara, kepekatan Mn dalam akar dan pH.

d. Peranan Mangan dalam Tanaman

Mangan menjadi bagian penting enzim-enzim pernapasan yang kemungkinan ada yang berasosiasi dengan besi dan enzim-enzim yang mengendalikan sintesis protein pada fotosistem II rangkaian fotosintesis (pada cabang oksigen) dan berperan sebagai donor electron primer, atau tempat mereduksi fotosistem II, yaitu Q.

Kekahatan Mn akan mengganggu respirasi juga menimbulkan klorosis. Selain itu, Mn juga terlibat dalam metabolism nitrogen.

Anasir Hara Sulfur (S)

tugas kesehatan dan kesuburan



a. Sumber Sulfur

Sumber utama sulfur adalah gas belerang yang dikeluarkan gunung api, sedangkan sumber lain adalah bahan tambang yang mengandung belerang.

b. Bentuk dan Keberadaan Sulfur dalam Tanah

Anasir sulfur berwarna kuning logam dan ditemui secara alami sebagai endapan di daerah gunung api yang tidak larut dalam air sebelum mengalami oksidasi. Sulfur mampu bereaksi dengan berbagai logam membentuk senyawa sulfida yang bebas oksigen.

Keberadaan sulfur dalam tanah terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Peredaran sulfur-organik

2. Peredaran sulfur anorganik

3. Penahanan sulfat

c. Penyerapan Sulfur

Anasir hara sulfur terutama diserap tanaman dalam bentuk ion sulfat. Kepekatan sulfur-pupuk dan S-total (ppm) dan pengangkutan (mg/pot) menunjukkan adanya hubungan sinergistik kuat antara fosfor dan sulfur dalam tanah.

d. Peranan Sulfur dalam Tanaman

Anasir hara sulfur (S) merupakan bagian penting protein tertentu, diperlukan dalam sintesis protein, vitamin tertentu, klorofil dan senyawa organic lain. Takaran kebutuhan sulfur bagi tanaman sebanyak kebutuhannya terhadap fosfor.

Anasir hara seng dan tembaga

tugas kesehatan dan kesuburan tanah



A. Seng

1. Sumber seng

Anasir seng (Zn) dikandung oleh batuan beku, batuan endapan dan tanah. Batuan beku terpenting pemasok Zn adalah granit 40 ppm dan basalt 100 ppm. Sedangkan batuan endapan adalah batu kapur 20 ppm, batu pasir 16 ppm, dan batuan liat 100 ppm. Pelikan yang mengandung Zn antara lain sfalarit, smit sonit dan hemi morfit.

2. Bentuk dan keberadaan seng dalam tanah

Pelapukan Zn akan melepasakan Zn2+ kedalam larutan ion ini tetapi tetap merajai sampai pH sekitar 9,0 hal ini dikarenakan banyaknya Zn dalam senyawa dapat larut dan ion-ion kompleks yang mungkin terbentuk dengan anion-anion anorganik biasanya tidak mantap.

Transport Zn dalam larutan akan berjalan lancar, kecuali jika larutan itu mengandung ion oksida. Pada larutan alkalin yang bebas ion sulfida ion Zn tetap dapat larut bersama anion-anion utama lain, dan kelarutannya ini tidak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan pada potensial redoks.

3. Penyerapan Seng

Tanaman menyerap anasir hara seng (Zn) dalam bentuk kation Zn2+ dari larutan sekitarnya dengan melibatkan proses non metabolis, yang pada hakikatnya adalah pertukaran kation.

4. Peranan Seng dalam tanaman

Seng merupakan bagian penting beberapa enzim dan juga sebagai pengaktif kegiatan enzim. Fungsi penting hara seng berkaitan dengan pembentukan asam indolasetik atau auksin. Auksin ini dibentuk dari triptofan, dengan hasil tengahnya adalah indolasetaldehida.

Paranan seng dalam pembentukan auksin dapat ditelaah dari pengaruh seng ini pada enzim yang mengkatalisa yang mensintesis triftofan dari bentuk seril dan indol. Traslokasi seng dalam tubuh tanaman banyak dipengaruhi oleh ion senyawa lain (fosfat).

B. Tembaga

1. Sumber tembaga

Kandungan Cu dikerak bumi mencapai 55 ppm, granit 10 ppm basalt 100 ppm batu kapur 4 ppm, batu pasir 30 ppm, dan batu liat 45 ppm.

Pelikan yang mengandung Cu antara lain sulfida sederhana: kolkosit dan kovelit sedangkan sulfida kompleks: kalkofirit, bornit, enarbit, tetrahedrit, oksida: kuprit, tenorit, sedangkan karbonat: melakit, azurit, serta silikat: krisokola dan sulfat: brokantit.

2. Bentuk dan keberadaan tembaga dalam tanah

Bentuk Co dalam batuan beku:

a. Sebagai butiran oksida agak kecil yang menempati antara lempeng silikat,

b. Sebagai logam penyulih Ca2+, Mg2+, atau Fe2+ dalam silikat feromagnesia

c. Sabagai ion atau garam terserat dalam selaput pada permukaan hablur silikat

Cu dalam tanah terutama dalam bentuk Cu2+ terjerap sedangkan dalam larutan, dalam bentuk ion dan berbagai kompleks Cu. Penjerapan Cu oleh sistem tanah cukup kuat menjadikan Cu melebihi kapasitas Cu dalam larutan rendah.

3. Penyerapan tembaga

Anasir hara tembaga diserap akar tanaman dalam betuk kation Cu2+ melalui suatu proses aktif. Penyerapan Cu2+ berkurang pada temperatur rendah, DNP, N3-, CN- dan arsenat, dan akan terhambat oleh amytal dan membutal.

4. Peranan tembaga dalam tanaman

Seluruh tanaman mengandung tembaga. Takaran tembaga pada suatu tanaman beragam, tergantung pada spesies, tanah, takaran pupuk yang digunakan, dan faktor lain.

Tembaga mempunyai beberapa fungsi dalam pembentukan klorofil, walau anasir ini tidak terkandung dalam klorofil. Fungsi tembaga tersebut tidak langsung, oleh karena tanaman yang kahat Cu akan tertahan pertumbuhannya. Namun tidak memperlihatkan klorosis.

Tembaga merupakan bagian penting enzim asam askorbik oksidase, lakase dan tirosinase. Asam askorbik oksidase mengkatalisa oksidasi asam askorbik (vitamin C) pada keadaan ada oksigen.

Anasir Hara Boron dan Molibdenum

tugas kesuburan dan kesehatan tanah


a. Boron

1. Sumber Boron

Anasir Boron dikandung oleh batuan beku, batuan endapan dan tanah. Kandungan boron pada batuan granit 15 ppm, basalt 5 ppm, batu kapur 20 ppm, batu pasir 35 ppm dan batu liat 100 ppm. Pelikan penting yang mengandung boron antara lain borax, uleksit, ludwigd, turmalin, aksinit dan mika.

2. Bentuk dan Keberadaan Boron dalam tanah

Pelapukan batuan yang mengandung boron akan menghasilkan borat. Penyerapan ion borat dari larutan tanah dapat dilakukan oleh pelikan-pelikan liat dan seskioksida. Penjerapan ini tergantung Ph dan mencapai maksimal pH 7-9. Penjerapan ion borat lebih banyak dilakukan oleh seksiosida dari pada pelikan liat.

3. Penyerapan boron

Anasir hara boron diserap dalam bentuk anion BO3- melihatkan kedua tahapan proses serapan yaitu serapan cepat dan serapan lambat. Serapan lambat berlangsung setelah serapan cepat mencapai arus jenuh. Serapan lambat ini merupakan serapan metabolis, yang memasukkan anion BO-3 ke dalam ruang sebelah dalam sel.

4. Peranan Boron dalam Tanaman

Anasir hara boron mempunyai fungsi sebagai penunjang transport gula menerobos membran sel, dengan membentuk kompleks gula borat dapat terionisasi. kekahatan boron menyebabkan degenerasi jaringan meristematik akibat terganggunya pembelahan sel. Kekahatan boron juga mengurangi kapasitas tanaman menyerap posfat dan mengguranggi aktivitas ATP ace.

b. Molibdenum

1. Sumber molibdenum

Kandungan Mo rata-rata batuan beku adalah 1-2 ppm yaitu pada batu basalt 1,0 ppm dan batuan granit 2,0 ppm sedangkan pada batuan endapan yaitu batu kapur 0,4 ppm, batu pasir 0,2 ppm dan shale 2,6 ppm.

2. Bentuk dan keberadaan molibdenum dalam tanah

Molibdenum mempunyai beberapa martabat ion pada pelikan yang mengandungnya. Jika dalam larutan tersedia cukup Ca2+, Pb2+, Cu2+ atau Fe3+ ion-ion molibdat itu akan diendapkan dan jika keadaan lingkungan kahat oksigen dapat membentuk ilsemenit. Ion-ion molibdad akan terserap pada jarah-jarah koloid yang bermuatan positif.

Kepekatan Mo dalam air tanah banyak dikendalikan oleh adanya kation Fe3+, Pb2+ dan Ca2+ dalam larutan. Kisaran Mo dalam tanah adalah 0,2 smapai 10 ppm namun umumnya lebih kecil 5 ppm. Kelarutan bentuk-bentuk ion molibdenum dalam tanah menunjukkan bahwa ion molibdenum terpenting adalah MoO42-

3. Penyerapan polibdenum

Anasir hara molibdenum diserap akar tanaman dalam bentuk anion molibdad (MoO42-) yang juga melibatkan transpor aktif walaupun bukti langsung hal ini sangat sedikit.

Faktor-faktor pengendalian pengambilan Mo oleh tanaman meliputi

a. Bahan induk dan kimiawi dalam tanah

b. pH tanah

c. spesies dan spesies tanaman

d. pengaruh fosfor,sulfur,mangan besi

e. jenjang pertumbuhan tanaman

f. bahan organik dan

g. pengatusan tanah

4. peranan molibdenum dalam tanah

molibdenum (Mo) menjadi komponen enzim-enzim nitrat reduktase, nitrogenase dan sulfit oksidase fungsi pokok Mo dalam tanaman terangkum dalam transfer elektron.

Nirat reduktase banyak dijumpai dalam berbagai spesies tanaman. Tanaman yang tumbuh pada tanah banyak mengandung Mo3- sehingga membutuhkan lebih banyak Mo dibandingkan jika tanah mengandung NH4-.

Selasa, 01 Desember 2009

anasir hara besi, mangan dan sulfur

tugas kesehatan dan kesuburan tanah

Anasir hara besi (Fe)

a. Sumber besi

Besi merupakan unsur yang terkandung didalam kerak bumi yang terikat dalam batuan beku, batuan endapan, dan jabarannya.

b. Bentuk dan keberadaan besi dalam tanah

Besi yang berada dalam tanah berasal dari pelapukan Fe-silikat atau Fe-oksida yang menghasilkan kation-kation Fe3+ yang reaktif yang kemudian tereduksi oleh kandungan karbondioksida dalam larutan pelapukan sehingga menjadi kation Fe2+ yang dibutuhkan oleh tanaman.

c. Penyerapan besi

Besi diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe2+ yang mekanisme penyerapannya adalah melalui aliran massa serta intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Penyerapan Fe melalui aliran massa hanya mencapai 3-9% total Fe yang diangkut tanaman, sedangkan 91-97% diserap melalui mekanisme intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Intersepsi akar merupakan asimilasi hara yang ada dalam larutan pori tanah yang berisi akar tanaman. Mekanisme singgungan akar terjadi jika akar kahat Fe memasuki larutan hara yang mengandung oksida Fe sehingga menyebabkan Ph larutan hara turun. Penurunan Ph ini sangat menguntungkan untuk memobilisasi oksida Fe sampai memasuki antarmuka akar-besi.

d. Peranan besi dalam tanaman

Peranan besi (Fe) dalam metabolisme tanaman telah diamati sejak tahun 1844 oleh GRIS, yaitu peranannya dalam menjaga klorofil dalam tanaman.

Fungsi besi dalam tanaman juga tergabung dengan system enzim pernafasan tertentu, seperti: katalase, paroksidase, dan sitokrom a, sitokrom b, sitokrom c, feredoksin, ferikrome dan suksinik dehidrogenase. Kekahatan besi pada tanaman menyebabkan klorosi pada jaringan daun karena ketidak cukupan sintesis klorofil.

Anasir hara Mangan (Mn)

a. Sumber Mangan

Pelican primer (batuan) terpenting sebagai sumber mangan adalah ferromagnesian-kaya besi, sedangkan pelican sekunder pemasok mangan antara lain : manganit, pirolusit, hausmanit, vrendenburgit, bixyite, braunit 3, jakobsit, holandit, todokorit, litioforit, dan birnesit.

b. Bentuk dan Keberadaan Mangan dalam tanah

Kelarutan Mn dalam tanah tergantung pada pH tanah dan keadaan oksidasi-reduksi tanah. Pemasaman tanah meningkatkan kelarutan mangan karena berkurangnya bahan organic yang menjerap mangan.

Peningkatan pengangkutan Mn disebabkan oleh kemampuan ferus sulfat untuk mereduksi oksida-oksida mangan bermartabat tinggi menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Status Mn tanah dipengaruhi oleh kelengasan tanah, temperature, pH dan bahan organic tanah.

c. Penyerapan Mangan

Pengambilan mangan oleh akar tanaman melalui dua tahapan, yaitu :

1. Proses aktif (berlangsung cepat) yang dikendalikan oleh factor-faktor yang tidak terkait langsung dengan metabolism.

2. Proses fisiologis (berlangsung lambat) yang dikendalikan oleh temperature, tata udara, kepekatan Mn dalam akar dan pH.

d. Peranan Mangan dalam Tanaman

Mangan menjadi bagian penting enzim-enzim pernapasan yang kemungkinan ada yang berasosiasi dengan besi dan enzim-enzim yang mengendalikan sintesis protein pada fotosistem II rangkaian fotosintesis (pada cabang oksigen) dan berperan sebagai donor electron primer, atau tempat mereduksi fotosistem II, yaitu Q.

Kekahatan Mn akan mengganggu respirasi juga menimbulkan klorosis. Selain itu, Mn juga terlibat dalam metabolism nitrogen.

Anasir Hara Sulfur (S)

a. Sumber Sulfur

Sumber utama sulfur adalah gas belerang yang dikeluarkan gunung api, sedangkan sumber lain adalah bahan tambang yang mengandung belerang.

b. Bentuk dan Keberadaan Sulfur dalam Tanah

Anasir sulfur berwarna kuning logam dan ditemui secara alami sebagai endapan di daerah gunung api yang tidak larut dalam air sebelum mengalami oksidasi. Sulfur mampu bereaksi dengan berbagai logam membentuk senyawa sulfida yang bebas oksigen.

Keberadaan sulfur dalam tanah terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Peredaran sulfur-organik

2. Peredaran sulfur anorganik

3. Penahanan sulfat

c. Penyerapan Sulfur

Anasir hara sulfur terutama diserap tanaman dalam bentuk ion sulfat. Kepekatan sulfur-pupuk dan S-total (ppm) dan pengangkutan (mg/pot) menunjukkan adanya hubungan sinergistik kuat antara fosfor dan sulfur dalam tanah.

d. Peranan Sulfur dalam Tanaman

Anasir hara sulfur (S) merupakan bagian penting protein tertentu, diperlukan dalam sintesis protein, vitamin tertentu, klorofil dan senyawa organic lain. Takaran kebutuhan sulfur bagi tanaman sebanyak kebutuhannya terhadap fosfor.