Sabtu, 26 Desember 2009

Anasir hara besi (Fe)

tugas kesehatan dan kesuburan tanah





a. Sumber besi

Besi merupakan unsur yang terkandung didalam kerak bumi yang terikat dalam batuan beku, batuan endapan, dan jabarannya.

b. Bentuk dan keberadaan besi dalam tanah

Besi yang berada dalam tanah berasal dari pelapukan Fe-silikat atau Fe-oksida yang menghasilkan kation-kation Fe3+ yang reaktif yang kemudian tereduksi oleh kandungan karbondioksida dalam larutan pelapukan sehingga menjadi kation Fe2+ yang dibutuhkan oleh tanaman.

c. Penyerapan besi

Besi diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe2+ yang mekanisme penyerapannya adalah melalui aliran massa serta intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Penyerapan Fe melalui aliran massa hanya mencapai 3-9% total Fe yang diangkut tanaman, sedangkan 91-97% diserap melalui mekanisme intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Intersepsi akar merupakan asimilasi hara yang ada dalam larutan pori tanah yang berisi akar tanaman. Mekanisme singgungan akar terjadi jika akar kahat Fe memasuki larutan hara yang mengandung oksida Fe sehingga menyebabkan Ph larutan hara turun. Penurunan Ph ini sangat menguntungkan untuk memobilisasi oksida Fe sampai memasuki antarmuka akar-besi.

d. Peranan besi dalam tanaman

Peranan besi (Fe) dalam metabolisme tanaman telah diamati sejak tahun 1844 oleh GRIS, yaitu peranannya dalam menjaga klorofil dalam tanaman.

Fungsi besi dalam tanaman juga tergabung dengan system enzim pernafasan tertentu, seperti: katalase, paroksidase, dan sitokrom a, sitokrom b, sitokrom c, feredoksin, ferikrome dan suksinik dehidrogenase. Kekahatan besi pada tanaman menyebabkan klorosi pada jaringan daun karena ketidak cukupan sintesis klorofil.

Anasir hara Mangan (Mn)

tugas kesehatan dan kesuburan tanah






a. Sumber Mangan

Pelican primer (batuan) terpenting sebagai sumber mangan adalah ferromagnesian-kaya besi, sedangkan pelican sekunder pemasok mangan antara lain : manganit, pirolusit, hausmanit, vrendenburgit, bixyite, braunit 3, jakobsit, holandit, todokorit, litioforit, dan birnesit.

b. Bentuk dan Keberadaan Mangan dalam tanah

Kelarutan Mn dalam tanah tergantung pada pH tanah dan keadaan oksidasi-reduksi tanah. Pemasaman tanah meningkatkan kelarutan mangan karena berkurangnya bahan organic yang menjerap mangan.

Peningkatan pengangkutan Mn disebabkan oleh kemampuan ferus sulfat untuk mereduksi oksida-oksida mangan bermartabat tinggi menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Status Mn tanah dipengaruhi oleh kelengasan tanah, temperature, pH dan bahan organic tanah.

c. Penyerapan Mangan

Pengambilan mangan oleh akar tanaman melalui dua tahapan, yaitu :

1. Proses aktif (berlangsung cepat) yang dikendalikan oleh factor-faktor yang tidak terkait langsung dengan metabolism.

2. Proses fisiologis (berlangsung lambat) yang dikendalikan oleh temperature, tata udara, kepekatan Mn dalam akar dan pH.

d. Peranan Mangan dalam Tanaman

Mangan menjadi bagian penting enzim-enzim pernapasan yang kemungkinan ada yang berasosiasi dengan besi dan enzim-enzim yang mengendalikan sintesis protein pada fotosistem II rangkaian fotosintesis (pada cabang oksigen) dan berperan sebagai donor electron primer, atau tempat mereduksi fotosistem II, yaitu Q.

Kekahatan Mn akan mengganggu respirasi juga menimbulkan klorosis. Selain itu, Mn juga terlibat dalam metabolism nitrogen.

Anasir Hara Sulfur (S)

tugas kesehatan dan kesuburan



a. Sumber Sulfur

Sumber utama sulfur adalah gas belerang yang dikeluarkan gunung api, sedangkan sumber lain adalah bahan tambang yang mengandung belerang.

b. Bentuk dan Keberadaan Sulfur dalam Tanah

Anasir sulfur berwarna kuning logam dan ditemui secara alami sebagai endapan di daerah gunung api yang tidak larut dalam air sebelum mengalami oksidasi. Sulfur mampu bereaksi dengan berbagai logam membentuk senyawa sulfida yang bebas oksigen.

Keberadaan sulfur dalam tanah terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Peredaran sulfur-organik

2. Peredaran sulfur anorganik

3. Penahanan sulfat

c. Penyerapan Sulfur

Anasir hara sulfur terutama diserap tanaman dalam bentuk ion sulfat. Kepekatan sulfur-pupuk dan S-total (ppm) dan pengangkutan (mg/pot) menunjukkan adanya hubungan sinergistik kuat antara fosfor dan sulfur dalam tanah.

d. Peranan Sulfur dalam Tanaman

Anasir hara sulfur (S) merupakan bagian penting protein tertentu, diperlukan dalam sintesis protein, vitamin tertentu, klorofil dan senyawa organic lain. Takaran kebutuhan sulfur bagi tanaman sebanyak kebutuhannya terhadap fosfor.

Anasir hara seng dan tembaga

tugas kesehatan dan kesuburan tanah



A. Seng

1. Sumber seng

Anasir seng (Zn) dikandung oleh batuan beku, batuan endapan dan tanah. Batuan beku terpenting pemasok Zn adalah granit 40 ppm dan basalt 100 ppm. Sedangkan batuan endapan adalah batu kapur 20 ppm, batu pasir 16 ppm, dan batuan liat 100 ppm. Pelikan yang mengandung Zn antara lain sfalarit, smit sonit dan hemi morfit.

2. Bentuk dan keberadaan seng dalam tanah

Pelapukan Zn akan melepasakan Zn2+ kedalam larutan ion ini tetapi tetap merajai sampai pH sekitar 9,0 hal ini dikarenakan banyaknya Zn dalam senyawa dapat larut dan ion-ion kompleks yang mungkin terbentuk dengan anion-anion anorganik biasanya tidak mantap.

Transport Zn dalam larutan akan berjalan lancar, kecuali jika larutan itu mengandung ion oksida. Pada larutan alkalin yang bebas ion sulfida ion Zn tetap dapat larut bersama anion-anion utama lain, dan kelarutannya ini tidak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan pada potensial redoks.

3. Penyerapan Seng

Tanaman menyerap anasir hara seng (Zn) dalam bentuk kation Zn2+ dari larutan sekitarnya dengan melibatkan proses non metabolis, yang pada hakikatnya adalah pertukaran kation.

4. Peranan Seng dalam tanaman

Seng merupakan bagian penting beberapa enzim dan juga sebagai pengaktif kegiatan enzim. Fungsi penting hara seng berkaitan dengan pembentukan asam indolasetik atau auksin. Auksin ini dibentuk dari triptofan, dengan hasil tengahnya adalah indolasetaldehida.

Paranan seng dalam pembentukan auksin dapat ditelaah dari pengaruh seng ini pada enzim yang mengkatalisa yang mensintesis triftofan dari bentuk seril dan indol. Traslokasi seng dalam tubuh tanaman banyak dipengaruhi oleh ion senyawa lain (fosfat).

B. Tembaga

1. Sumber tembaga

Kandungan Cu dikerak bumi mencapai 55 ppm, granit 10 ppm basalt 100 ppm batu kapur 4 ppm, batu pasir 30 ppm, dan batu liat 45 ppm.

Pelikan yang mengandung Cu antara lain sulfida sederhana: kolkosit dan kovelit sedangkan sulfida kompleks: kalkofirit, bornit, enarbit, tetrahedrit, oksida: kuprit, tenorit, sedangkan karbonat: melakit, azurit, serta silikat: krisokola dan sulfat: brokantit.

2. Bentuk dan keberadaan tembaga dalam tanah

Bentuk Co dalam batuan beku:

a. Sebagai butiran oksida agak kecil yang menempati antara lempeng silikat,

b. Sebagai logam penyulih Ca2+, Mg2+, atau Fe2+ dalam silikat feromagnesia

c. Sabagai ion atau garam terserat dalam selaput pada permukaan hablur silikat

Cu dalam tanah terutama dalam bentuk Cu2+ terjerap sedangkan dalam larutan, dalam bentuk ion dan berbagai kompleks Cu. Penjerapan Cu oleh sistem tanah cukup kuat menjadikan Cu melebihi kapasitas Cu dalam larutan rendah.

3. Penyerapan tembaga

Anasir hara tembaga diserap akar tanaman dalam betuk kation Cu2+ melalui suatu proses aktif. Penyerapan Cu2+ berkurang pada temperatur rendah, DNP, N3-, CN- dan arsenat, dan akan terhambat oleh amytal dan membutal.

4. Peranan tembaga dalam tanaman

Seluruh tanaman mengandung tembaga. Takaran tembaga pada suatu tanaman beragam, tergantung pada spesies, tanah, takaran pupuk yang digunakan, dan faktor lain.

Tembaga mempunyai beberapa fungsi dalam pembentukan klorofil, walau anasir ini tidak terkandung dalam klorofil. Fungsi tembaga tersebut tidak langsung, oleh karena tanaman yang kahat Cu akan tertahan pertumbuhannya. Namun tidak memperlihatkan klorosis.

Tembaga merupakan bagian penting enzim asam askorbik oksidase, lakase dan tirosinase. Asam askorbik oksidase mengkatalisa oksidasi asam askorbik (vitamin C) pada keadaan ada oksigen.

Anasir Hara Boron dan Molibdenum

tugas kesuburan dan kesehatan tanah


a. Boron

1. Sumber Boron

Anasir Boron dikandung oleh batuan beku, batuan endapan dan tanah. Kandungan boron pada batuan granit 15 ppm, basalt 5 ppm, batu kapur 20 ppm, batu pasir 35 ppm dan batu liat 100 ppm. Pelikan penting yang mengandung boron antara lain borax, uleksit, ludwigd, turmalin, aksinit dan mika.

2. Bentuk dan Keberadaan Boron dalam tanah

Pelapukan batuan yang mengandung boron akan menghasilkan borat. Penyerapan ion borat dari larutan tanah dapat dilakukan oleh pelikan-pelikan liat dan seskioksida. Penjerapan ini tergantung Ph dan mencapai maksimal pH 7-9. Penjerapan ion borat lebih banyak dilakukan oleh seksiosida dari pada pelikan liat.

3. Penyerapan boron

Anasir hara boron diserap dalam bentuk anion BO3- melihatkan kedua tahapan proses serapan yaitu serapan cepat dan serapan lambat. Serapan lambat berlangsung setelah serapan cepat mencapai arus jenuh. Serapan lambat ini merupakan serapan metabolis, yang memasukkan anion BO-3 ke dalam ruang sebelah dalam sel.

4. Peranan Boron dalam Tanaman

Anasir hara boron mempunyai fungsi sebagai penunjang transport gula menerobos membran sel, dengan membentuk kompleks gula borat dapat terionisasi. kekahatan boron menyebabkan degenerasi jaringan meristematik akibat terganggunya pembelahan sel. Kekahatan boron juga mengurangi kapasitas tanaman menyerap posfat dan mengguranggi aktivitas ATP ace.

b. Molibdenum

1. Sumber molibdenum

Kandungan Mo rata-rata batuan beku adalah 1-2 ppm yaitu pada batu basalt 1,0 ppm dan batuan granit 2,0 ppm sedangkan pada batuan endapan yaitu batu kapur 0,4 ppm, batu pasir 0,2 ppm dan shale 2,6 ppm.

2. Bentuk dan keberadaan molibdenum dalam tanah

Molibdenum mempunyai beberapa martabat ion pada pelikan yang mengandungnya. Jika dalam larutan tersedia cukup Ca2+, Pb2+, Cu2+ atau Fe3+ ion-ion molibdat itu akan diendapkan dan jika keadaan lingkungan kahat oksigen dapat membentuk ilsemenit. Ion-ion molibdad akan terserap pada jarah-jarah koloid yang bermuatan positif.

Kepekatan Mo dalam air tanah banyak dikendalikan oleh adanya kation Fe3+, Pb2+ dan Ca2+ dalam larutan. Kisaran Mo dalam tanah adalah 0,2 smapai 10 ppm namun umumnya lebih kecil 5 ppm. Kelarutan bentuk-bentuk ion molibdenum dalam tanah menunjukkan bahwa ion molibdenum terpenting adalah MoO42-

3. Penyerapan polibdenum

Anasir hara molibdenum diserap akar tanaman dalam bentuk anion molibdad (MoO42-) yang juga melibatkan transpor aktif walaupun bukti langsung hal ini sangat sedikit.

Faktor-faktor pengendalian pengambilan Mo oleh tanaman meliputi

a. Bahan induk dan kimiawi dalam tanah

b. pH tanah

c. spesies dan spesies tanaman

d. pengaruh fosfor,sulfur,mangan besi

e. jenjang pertumbuhan tanaman

f. bahan organik dan

g. pengatusan tanah

4. peranan molibdenum dalam tanah

molibdenum (Mo) menjadi komponen enzim-enzim nitrat reduktase, nitrogenase dan sulfit oksidase fungsi pokok Mo dalam tanaman terangkum dalam transfer elektron.

Nirat reduktase banyak dijumpai dalam berbagai spesies tanaman. Tanaman yang tumbuh pada tanah banyak mengandung Mo3- sehingga membutuhkan lebih banyak Mo dibandingkan jika tanah mengandung NH4-.

Selasa, 01 Desember 2009

anasir hara besi, mangan dan sulfur

tugas kesehatan dan kesuburan tanah

Anasir hara besi (Fe)

a. Sumber besi

Besi merupakan unsur yang terkandung didalam kerak bumi yang terikat dalam batuan beku, batuan endapan, dan jabarannya.

b. Bentuk dan keberadaan besi dalam tanah

Besi yang berada dalam tanah berasal dari pelapukan Fe-silikat atau Fe-oksida yang menghasilkan kation-kation Fe3+ yang reaktif yang kemudian tereduksi oleh kandungan karbondioksida dalam larutan pelapukan sehingga menjadi kation Fe2+ yang dibutuhkan oleh tanaman.

c. Penyerapan besi

Besi diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe2+ yang mekanisme penyerapannya adalah melalui aliran massa serta intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Penyerapan Fe melalui aliran massa hanya mencapai 3-9% total Fe yang diangkut tanaman, sedangkan 91-97% diserap melalui mekanisme intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.

Intersepsi akar merupakan asimilasi hara yang ada dalam larutan pori tanah yang berisi akar tanaman. Mekanisme singgungan akar terjadi jika akar kahat Fe memasuki larutan hara yang mengandung oksida Fe sehingga menyebabkan Ph larutan hara turun. Penurunan Ph ini sangat menguntungkan untuk memobilisasi oksida Fe sampai memasuki antarmuka akar-besi.

d. Peranan besi dalam tanaman

Peranan besi (Fe) dalam metabolisme tanaman telah diamati sejak tahun 1844 oleh GRIS, yaitu peranannya dalam menjaga klorofil dalam tanaman.

Fungsi besi dalam tanaman juga tergabung dengan system enzim pernafasan tertentu, seperti: katalase, paroksidase, dan sitokrom a, sitokrom b, sitokrom c, feredoksin, ferikrome dan suksinik dehidrogenase. Kekahatan besi pada tanaman menyebabkan klorosi pada jaringan daun karena ketidak cukupan sintesis klorofil.

Anasir hara Mangan (Mn)

a. Sumber Mangan

Pelican primer (batuan) terpenting sebagai sumber mangan adalah ferromagnesian-kaya besi, sedangkan pelican sekunder pemasok mangan antara lain : manganit, pirolusit, hausmanit, vrendenburgit, bixyite, braunit 3, jakobsit, holandit, todokorit, litioforit, dan birnesit.

b. Bentuk dan Keberadaan Mangan dalam tanah

Kelarutan Mn dalam tanah tergantung pada pH tanah dan keadaan oksidasi-reduksi tanah. Pemasaman tanah meningkatkan kelarutan mangan karena berkurangnya bahan organic yang menjerap mangan.

Peningkatan pengangkutan Mn disebabkan oleh kemampuan ferus sulfat untuk mereduksi oksida-oksida mangan bermartabat tinggi menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Status Mn tanah dipengaruhi oleh kelengasan tanah, temperature, pH dan bahan organic tanah.

c. Penyerapan Mangan

Pengambilan mangan oleh akar tanaman melalui dua tahapan, yaitu :

1. Proses aktif (berlangsung cepat) yang dikendalikan oleh factor-faktor yang tidak terkait langsung dengan metabolism.

2. Proses fisiologis (berlangsung lambat) yang dikendalikan oleh temperature, tata udara, kepekatan Mn dalam akar dan pH.

d. Peranan Mangan dalam Tanaman

Mangan menjadi bagian penting enzim-enzim pernapasan yang kemungkinan ada yang berasosiasi dengan besi dan enzim-enzim yang mengendalikan sintesis protein pada fotosistem II rangkaian fotosintesis (pada cabang oksigen) dan berperan sebagai donor electron primer, atau tempat mereduksi fotosistem II, yaitu Q.

Kekahatan Mn akan mengganggu respirasi juga menimbulkan klorosis. Selain itu, Mn juga terlibat dalam metabolism nitrogen.

Anasir Hara Sulfur (S)

a. Sumber Sulfur

Sumber utama sulfur adalah gas belerang yang dikeluarkan gunung api, sedangkan sumber lain adalah bahan tambang yang mengandung belerang.

b. Bentuk dan Keberadaan Sulfur dalam Tanah

Anasir sulfur berwarna kuning logam dan ditemui secara alami sebagai endapan di daerah gunung api yang tidak larut dalam air sebelum mengalami oksidasi. Sulfur mampu bereaksi dengan berbagai logam membentuk senyawa sulfida yang bebas oksigen.

Keberadaan sulfur dalam tanah terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Peredaran sulfur-organik

2. Peredaran sulfur anorganik

3. Penahanan sulfat

c. Penyerapan Sulfur

Anasir hara sulfur terutama diserap tanaman dalam bentuk ion sulfat. Kepekatan sulfur-pupuk dan S-total (ppm) dan pengangkutan (mg/pot) menunjukkan adanya hubungan sinergistik kuat antara fosfor dan sulfur dalam tanah.

d. Peranan Sulfur dalam Tanaman

Anasir hara sulfur (S) merupakan bagian penting protein tertentu, diperlukan dalam sintesis protein, vitamin tertentu, klorofil dan senyawa organic lain. Takaran kebutuhan sulfur bagi tanaman sebanyak kebutuhannya terhadap fosfor.

Kamis, 26 November 2009

HARA KALIUM, KALSIUM DAN MAGNESIUM

TUGAS KESUBURAN DAN KESEHATAN TANAH


Kalsium (K)

Kalium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atom 19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah. Secara alami, kalium ditemukan sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau mineral lainnya. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium. Dalam bahasa Inggris, Kalium sering disebut Potassium.

Sumber-sumber Kalium (K)

Sumber kalium dapat bersifat alami seperti pelican silikat primer dan pelican liat. Pelican silikat primer yang mengandung kalium antara lain muskovit, biotit, mikrolin, mika-K, feldspar-K dan beberara pelican lain. Sedangkan pelican liat yang mengandung antara lain ilit, vermikulit, kaolinit, montmorilonit, zeolit dan alofan.

Fungsi utama Kalium (K) ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Yang tidak bisa dilupakan ialah Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.

Kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.

a. Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergeri emah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil

c. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan

d. Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur

e. Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah

Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Daun

Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air

b. Batang

Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah

c. Akar

Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.

d. Bulir dan Malai

Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.


Kalsium (Ca)

Calsium (Ca) merupakan hara makro bagi tanaman disamping Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium dan Belerang. Unsur ini biasanya tidak dianggap sebagai unsur pupuk , oleh karena itu relatif kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan unsur N, P dan K.

Pemakaian N, P dan K secara besar-besaran serta penggunaan varietas-varietas tanaman yang konsumtif terhadap unsur hara mengakibatkan unsur kalsium (Ca) terangkut dari Tanah secara terus-menerus, sehingga ketersedian di dalam tanah sangat kecil. Kalsium juga merupakan salah satu kation utama pada komplek pertukaran, sehingga biasa dihubungkan dengan masalah kemasaman tanah dan pengapuran, karena merupakan kation yang paling cocok untuk mengurangi kemasaman atau menaikan pH tanah.

A. Sumber Kalsium

Di dalam tanah, kalsium selain berasal dari bahan kapur dan pupuk yang ditambahkan juga berasal dari batuan dan mineral pembentuk tanah. Belerang mineral yang mengandung kalsium antara lain: Amfibal (CaMg(CO3)2), Apatit (Ca5(PO4)3(ClF), Dolomit (CaMg(CO3)2) dan Kalsit (CaCO3). Mineral-mineral yang mengandung Ca pada umumnya sedikit lebih cepat lapuk dari pada mineral-mineral yang lainnya, sehingga ada kecenderungan Ca di dalam tanah akan menurun dengan meningkatnya pelapukan dan pencucian. Melalui proses pelapukan dan hancuran mineral-mineral tersebut membebaskan kalsium ke dalam air disekitarnya. Kalsium yang dilepaskan akan mengalami:

1. Hilang terbawa air perkolasi atau air drainase.

2. Diserap oleh organisme hidup.

3. Dijerap oleh organisme hidup.

4. Diendapkan kembali sebagai mineral-mineral sekunder terutama di daerah beriklim kering.

B. Ketersediaan Kalsium Untuk Tanaman

Kalsium di dalam tanah diserap tanaman dalam bentuk Ca2+ , yang berasal dari bentuk yang dapat ditukar atau dalam bentuk larut air. Seperti kation-kation lain, Ca2+ di dalam tanah selalu dalam keseimbangan dinamis, sehingga jika bentuk larut air berkurang, misalnya karena pencucian atau penyerapan oleh tanaman maka ia akan digantikan oleh bentuk dapat ditukar. Sebaliknya apabila bentuk larut air tiba-tiba meningkat, misalnya karena pemupukan, maka keseimbangan akan berubah dengan arah berlawanan.

Faktor-faktor yang menentukan ketersediaan kalsium bagi tanaman :

1. Jumlah kalsium yang dapat ditukar.

2. Derajat kejenuhan unsur-unsur tersebut pada kompleks pertukaran.

3. Tipe koloid tanah.

4. Sifat ion-ion komplementer yang di jerap liat.

Kalsium yang bersifat dapat ditukar di dalam tanah mempunyai kaitan penting dengan pH tanah dan ketersedian beberapa unsur hara. Kelebihan kalsium menyebabkan kalsium karbonat mengendap dan pH penyangga mendekati 8, sehingga akan mengakibatkan turunnya kelarutan fosfor, besi, Mo dan Zn, dan kadang-kadang menyebabkan kekahatan satu atau lebih hara-hara tanaman esensial.

Pada umumnya persediaan kalsium di dalam tanah cukup besar, tetapi dengan adanya pemakaian pupuk Nitrogen, Fosofor, Kalium secara terus menerus dan penggunaan varietas yang konsumtif terhadap unsur hara menyebabkan persedian di dalam tanah menipis, yang berakibat pada tanah-tanah masam terjadi kekurangan unsur Ca, komplek pertukaran kation dikuasai oleh ion-ion Al. Padahal kita ketahui Al larut dapat meracuni tanaman.

C. Fungsi Kalsium pada Tanaman

Kalsium dijumpai pada tiap-tiap sel tanaman, kebanyakan unsur ini dijumpai dalam tanaman sebagai kalsium pektat pada dinding sel-sel daun dan batang. Sehingga kalsium akan memperkuat bagian-bagian ini. Kalsium begitu kuat menyatu dengan dinding sel, sehingga ia tidak dapat dipindahkan dari sel-sel tua untuk membentuk sel-sel baru. Tanaman yang kekurangan kalsium tumbuh kerdil karena sel-sel yang baru kecil-kecil dan jumlahnya sedikit, dan mempunyai batang lemah, karena dinding-dinding selnya tipis tidak setebal dengan dinding sel normal. Kalsium relatif tidak mobil di dalam tanaman, oleh karena itu tidak ditranslokasikan dari bagian-bagian tua ke bagian yang lebih muda.

Peranan kalsium di dalam pertumbuhan tanaman antara lain :

1. Mendorong pembentukan dan pertumbuhan akar lebih dini.

2. Memperbaiki ketegaran dan kekahatan tanaman.

3. Mempengaruhi peng-angkutan air dan hara-hara lain.

4. Diperlukan untuk pemanjangan sel-sel, sintesis protein dan pembelahan sel.

5. Mengatur translokasi karbohidrat, kemasaman dan permeabilitas sel.

6. Mendorong produksi tanaman padi-padian dan biji tanaman.

7. Membantu menetralkan asam-asam organik yang bersifat meracuni.

8. Penting untuk pembentukan dan berfungsi nya bakteri-bakteri bintil akar (Rhizobia) pada tanaman legum.

D. Gejala Tanaman Kekurangan Ca

Dicirikan oleh berkurangnya pertumbuhan jaringan meristimatik. Gejala pertamanya akan teramati pada titik-titik tumbuh dan daun-daun muda. Bagian-bagian ini menjadi rusak dan klorosis, dan pada tingkat lanjut terjadi nekrosis pada tepi-tepi daun.

Daun-daun dan akar-akar muda sering melekuk-lekuk, berkerut-kerut pendek dan berlekatan satu sama lain. Pada tanaman tomat ditandai dengan penyakit yang disebut busuk pucuk buah. Pada tanaman tembakau yang kahat kalsium daun-daunnya berlekuk-lekuk dan keriting.

Sedangkan pada tanaman jagung kekahatan kalsium menghalangi pemunculan dan pemekaran daun-daun baru, daun-daun tertutup oleh gelatin yang menyebabkan daun-daun tersebut berlekatan satu sama lain. Untuk tanaman kacang tanah menyebabkan terjadinya polong kosong karena buah tidak berkembang.

Karena perannya begitu penting bagi pertumbuhan tanaman, sementara ketersediaan di dalam tanah semakin menipis maka untuk dapat memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman yang optimal perlu adanya pemupukan unsur Ca baik melalui tanah maupun diberikan lewat daun.


Magnesium (Mg)

Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat, lemak, dan minyak-minyak, magnesium lah biangnya. Magnesium (Mg) pun memegang peranan penting dalam transportasi fosfat dalam tanaman. Dengan demikian, kandungan fosfat dalam tanaman dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur magnesium.

Senyawa-senyawa magnesium telah lama diketahui. Black telah mengenal magnesium sebagai elemen di tahun 1755. Davy berhasil mengisolasikannya di tahun 1808 dan Busy mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren di tahun 1831. Magnesium merupakan elemen terbanyak kedelepan di kerak bumi. Ia tidak muncul tersendiri, tapi selalu ditemukan dalam jumlah deposit yang banyak dalam bentuk magnesite, dolomite dan mineral-mineral lainnya.
Sumber-sumber

Logam ini sekarang dihasilkan di AS dengan mengelektrolisis magnesium klorida yang terfusi dari air asin, sumur, dan air laut.

Sifat-sifat Magnesium (Mg)

Magnesium merupakan logam yang ringan, putih keperak-perakan dan cukup kuat. Ia mudah ternoda di udara, dan magnesium yang terbelah-belah secara halus dapat dengan mudah terbakar di udara dan mengeluarkan lidah api putih yang menakjubkan.

Kegunaan

Magnesium digunakan di fotografi, flares, pyrotechnics, termasuk incendiary bombs. Ia sepertiga lebih ringan dibanding aluminium dan dalam campuran logam digunakan sebagai bahan konstruksi pesawat dan missile. Logam ini memperbaiki karakter mekanik, fabrikasi dan las aluminium ketika digunakan sebagai alloying agent. Magnesium digunakan dalam memproduksi grafit dalam cast iron, dan digunakan sebagai bahan tambahan conventional propellants. Ia juga digunakan sebagai agen pereduksi dalam produksi uranium murni dan logam-logam lain dari garam-garamnya. Hidroksida (milk of magnesia), klorida, sulfat (Epsom salts) dan sitrat digunakan dalam kedokteran. Magnesite digunakan untuk refractory, sebagai batu bata dan lapisan di tungku-tungku pemanas.

Senyawa-senyawa

Magnesium organik sangat penting untuk tumbuhan dan kehidupan binatang-binatang. Klorofil merupakan perphyrins dengan magnesium sebagai pusatnya. Kebutuhan gizi orang dewasa akan magnesium organik berkisar sekitar 300 mg/hari.

Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)

a. Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang- tulang daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan

b. Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut

c. Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau tanaman tetap tumbuh maka tanaman akan nampak lemah sekali.